Mustofa W Hasyim Pahlawan sejati hari ini,manusia yang berani tidak korupsiwalau dipaksa sistemdan kesempatan adaDia pilih. menyelamatkan hati nuranidan masa depan. Pahlawan sejati hari
Budaya
HUJAN TURUN AGAK LAMA
(Mustofa W Hasyim) Hujan turun agak lamamengajakku bercandahidup sebaiknya sederhanaimpian setinggi awandikembalikan ke bumihanyut bersama lumpur beritamenuju muara. Orang orang berpayungmelewati lorong kampungmelindungi rinduagar
DOA UNTUK TANAH AIR
(Mustofa W Hasyim) TuhanTuhanTuhanTuhanTuhanYang Maha Menyembuhkan.. Tanah air kami sedang saktTanah tanah kami sedang sakitdikuasai oleh bukan warga asli pulau pulau kamiTanah tanah kamidihajar
PUISI SEDANG TERLUKA
Mustofa W Hasyim Kemarinkutemukan Puisimurungpakaiannya kusutpandangan matatertutup pinggiran topi “Ada apa Kawan?” tanyaku”Aku sakitdan terkuka,” jawabnya Terdengar batuknyakering “Mau kubacakan Al Fatihah?Agar longgar nafasmu?”
MENCARI PAHLAWAN BARU
Mustofa W Hasyim Alangkah sulit mencari pahlawan baruyang otentik dan orusinil bukan pahlawan KW bukan pula pahlawan artifisial Zaman yang dipenuhi sihirmuara penuh bangkai
LIBUR YANG ANEH
Mustofa W Hasyim AhadTuhan mulai hari pertamamencipta duniaseisi semestaMengapa manusiamerayakan hari pertama Tuhan menciptajustru dengan meliburkan harikalender dindingmenyamarkannyamenjadi hari Minggumaka wajar kalau gerak duniamenjadi
Jawa
Mustofa W Hasyim Pro Sutardji Calzoum BachriJewawut jewawut melaut di sawahbersama sorgum gum gumNusantara menjadi bubur purba Damai masih suka mampirpulau pulau suburkata kata
OKTOBER
Mustofa W Hasyim gerak persatuanpenemuanmenuju tujuanbercahaya jiwa jiwa mudakata kata mudalangkah langkah mudanenerobbos cakrawala Langit tersenyumTuhan tersenyumBayi bayi suci tersenyumMalaikat malaikat tersenyummenyaksikan arak arakan
DI LUAR KOTA MASIH ADA POHON
Mustofa W Hasyim) Tidak ada pembenci rumput dan pepohonandisiniHutan dan bukit bernafas legasemilir pikiran pikiran tuamenolak diistirahatkanapalagi lagu lagu mesranenyegarkan percakapan. Di luar kota
TARIAN RUMI
Ayo berputarlah puraranjangan biarkan dirimu berhentimencari Dulu dukaGuru Rumi.Syamsudin Tabriz kembali yang abaditapi sikketopi nisanmdngajaknya berpestadengan irama semesra Musik, musik itutidak membiusjustru membuat jiwa







