Mustifa W Hasyim Bukan karena nasibnya yang seperti sandalselalu diinjak kaki orang Bukan karena ia tidak berani menyimpan dompet di saku celanahampir selalu hampa
Sastra
Karya sastra seperti cerita pendek, puisi dan sebagainya
SIAPA MELUKAI PETANI
Mustofa W Hasyim Siapa melukai burung,jiwa lembut petaniSiapa melukai tanah,harapan para petaniSiapa melukai air,cinta para petaniSiapa melukai musim,rindu para petaniSiapa melukai langit,pelindung para petaniSiapa
MENUJU OKTOBER BULAN MENCINTAI KATA
Mustofa W Hasyim Jadikan kata kembali berdaulatkembali bermartabatkuatsekuat tanah dan airmampu menumbuhkan pohon tindakanyang berbatangberdaunberbungabetbuah manfaat Baca juga: BAHASA Jadikan kata kembali menjadi sarang
BAHASA
Bahasa api bisa mengakahkan bahasa kayuBahasa kayu bisa mengalahkan bahasa tanahBahasa tanah bisa mengalahkan bahasa airBahasa air bisa mengalahkan bahasa apiBahasa angin bisa mengakahkan
Jasa Kurir Kematian
Dahulu kalau ada motor atau mobil berhenti di depan rumahAku bertanya siapa yang datangSaudara, kawan, atau muriddan aku bergegas berpakaian pantas Sekarangkalau ada motor
Puisi-puisi Mustofa W Hasyim Tentang Guru
MASIH ADA GURU Masih ada gurumembagi senyumankepada rumputdi sepanjang perjalananmenuju sekolahnyayang sederhana.Jiwanya bernyanyiia selalu ingatpada para gurunyayang gembirasaat sarapan wedang tehtak begitu manisdi kantor
Memerdekakan Kemerdekaan
Mustofa W Hasyim Kemerdekaan telah disanderapasar pasar pasar bawanameja meja perundingan yang mengatasnamakan bangsa Kemerdekaan telah digadaikanlewat telepon jalur panas antar benua,persilangan mistis surat
Koh Hwat, Cinta Jawa dalam Ribuan Geguritan
jogjanetwork.id 12 Agustus 2025 Di tepi Jalan Veteran yang tenang di Yogyakarta, berdiri sebuah ruang yang hangat dan penuh aroma kayu jati. Di sanalah,
Negeri Miskin Imajinasi: Kekuasaan Tanpa Cahaya
Ketika imajinasi dibungkam, jiwa menjadi kering. Ketika jiwa kering, manusia kehilangan darma—kebaikan sejatinya. Dan bila manusia kehilangan darma, maka yang bertahta dalam dirinya adalah Rahwana.
Pentas Besar Perkara Hukum
Catat ini: ada pula gelombang hebat
ratusan juta suara akal sehatkoletif
mampu datang kapan di mana pun
di belakang pentas besar hukum ini.







