Media Asing Soroti Kekalahan Indonesia dari Irak

Jeddah, Arab Saudi, 12 Oktober 2025 – Malam yang kelam bagi sepak bola Indonesia di King Abdullah Sports City Stadium. Gol tunggal Zidane Iqbal di menit ke-76 memastikan kemenangan 1-0 bagi Irak atas Timnas Indonesia dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Grup B. Kekalahan ini tak hanya menyudahi mimpi Garuda lolos ke putaran final – untuk pertama kalinya sejak era Soekarno – tapi juga memicu gelombang reaksi dari media asing. Dari Reuters hingga ESPN, narasi mereka bercampur antara simpati atas perjuangan tim Patrick Kluivert dan sindiran tajam soal kesalahan fatal yang jadi biang kerok.

Baca juga: Paska Kekalahan dari Irak: Patrick Kluivert Out

Pertandingan ini seperti rollercoaster emosi. Indonesia mendominasi babak pertama, menguasai bola hingga 62% dan melepaskan delapan tembakan, tapi gagal konversi peluang. Bek Rizky Ridho, yang biasanya kokoh, justru jadi pahlawan tragis: kesalahannya di lini belakang memberi umpan matang untuk Iqbal, mantan wonderkid Manchester United, menyelesaikan dengan dingin dari luar kotak penalti. “Iqbal’s magic moment from the bench turned the tide – a classic substitute’s tale,” tulis Reuters dalam laporannya, menyoroti bagaimana Irak, yang turun dengan 10 pemain setelah Zaid Tahseen dikartu merah, justru tampil lebih matang di babak kedua. Sementara itu, Outlook India menyebutnya “nervy win for the Lions of Mesopotamia,” menggambarkan Irak sebagai tim yang “bertahan dengan gigi terkepal meski kurang beruntung.”

Media Barat tak kalah vokal. ESPN, dalam ringkasan skornya, menekankan eliminasi dini Indonesia: “Two losses in two games – a heartbreaking end to their World Cup dreams.” Mereka juga soroti kontroversi wasit Ma Ning dari China, yang jadi sasaran amuk massa. Tiga kartu merah untuk pemain dan ofisial Indonesia – termasuk dorongan dari kepala delegasi Kombes Pol Surmadji – memicu badai di medsos. VnExpress International melaporkan, “Frustrasi mendidih: Fans edit foto wasit jadi badut, tuntut AFC netral.” Bahkan, BBC Sport dalam live coverage-nya, sebut insiden itu “momen memalukan yang mencuri perhatian dari permainan indah.”

READ  Kegagalan Timnas Indonesia: Desakan PSSI Pecat Kluivert

Reaksi Media Global: Dari Pujian Perjuangan hingga Kritik Pelatih

Kekalahan 0-1 dari Irak tak hanya tutup pintu Piala Dunia bagi Indonesia, tapi juga buka babak refleksi global. Media asing ramai bahas performa Garuda yang “lebih baik dari laga lawan Saudi Arabia,” tapi gagal karena “kekurangan ketajaman depan gawang.” ASEAN United FC, dalam analisisnya, kutip Kluivert: “Pemain kami tunjukkan hati dan keberanian, tapi satu kesalahan kecil ubah segalanya. Kami hancur, tapi bangga.” Mereka sebut Indonesia “bermain fantastis melawan tim ranked 58 dunia, sementara kami di posisi 118,” tapi akui realitas: gol tak datang saat peluang tercipta.

Baca juga: Final AFF U23 Pakai VAR, Indonesia Siap Balas Vietnam

beIN Sports memuji Irak sebagai “tim disiplin yang ambisius,” tapi beri kredit Indonesia atas dominasi awal: “Mereka layak imbang, tapi finishing lemah jadi kutukan.” Sementara Tempo.co, meski lokal, dikutip media Vietnam, bilang: “Indonesia main lebih baik lawan Irak, tapi kalah kendali midfield setelah Zidane dan Ali Jassim masuk.” Hashtag #KluivertOut meledak di X, dengan fans global ikut: “Patrick out, tapi jangan salahkan pelatih saja – ini soal sistem,” komentar akun Throwback Iranian Football.

PSSI langsung respons: Ketua Erick Thohir minta maaf, janji overhaul program pembinaan. Media seperti Jakarta Globe sebut ini “titik balik,” sementara VOI.id kutip aktor Ibnu Jamil: “Selamat tinggal 2026, tapi terima kasih perjuangan – sekarang, bangun masa depan.” ANTARA News global soroti eliminasi: “Harapan pupus, tapi semangat Garuda abadi.” Di tengah kekecewaan, media asing sepakat: Kekalahan ini bukan akhir, tapi pelajaran berharga untuk AFF Cup mendatang. Indonesia, dengan talenta seperti Maarten Paes dan Ole Romeny, punya masa depan cerah – asal belajar dari luka ini.

READ  Piala AFF U 23: Tanpa Arkhan Indonesia Timpang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *