PUISI SEDANG TERLUKA

Mustofa W Hasyim

Kemarin
kutemukan Puisi
murung
pakaiannya kusut
pandangan mata
tertutup pinggiran topi
"Ada apa Kawan?" tanyaku
"Aku sakit
dan terkuka," jawabnya
Terdengar batuknya
kering
"Mau kubacakan Al Fatihah?
Agar longgar nafasmu?" tanyaku
Aku pun membaca Al Fatihah
dia diam mendengarkan.
"Mau kubacakan ayat kursi?
Agar kokoh jiwamu?"
Dia diam
mendengarkan
terdengar batuknya
agak menghebat
aku bernafas agak lega
"Mau kubacakan Surat Al Kahfi?
Agar seimbang lagi pikiranmu?"
Wajahnya menegang
Selesai kubaca Al Kahfi
Dia muntah muntah
aku panik
bertanya,"Ada apa?"
"Aku kemarin keracunan makanan," bisiknya.
"Mau kubacakan surat Asy Syu'ara?
Agar kau temukan lagi
dirimu sendiri?"
Ia menggeleng
sambil setengah berteriak," Jangan,
Aku tidak kuat mendengarnya."
"Kalau begitu
saya bacakan surat Ar Rahman nggih?
Agar tenteram jiwamu?"
Ia menganggukkan kepala.
Saat kubacakan surat Ar Rahman
Dia menangis
Tubuhnya menggigil
Selesai kubaca Ar Rahman
Puisi pingsan
Aku panik
mencari minyak gosok
dalam tasku
"Tenanglah,
dia dalam proses penyembuhan " terdengar sebuah bisikan.
Aku menoleh
kulihat makhluk bercahaya
"Oh, Kanjeng Malaikat Rahmat njih? tanyaku
Dia mengangguk
senyumnya mendamaikan semesta.

28 Oktober 2025

Baca juga: Puisi-puisi Mustofa W Hasyim Tentang Guru

READ  Jasa Kurir Kematian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *